Uang dan Inflasi 1

Standard

1.    Pengertian Inflasi

Inflasi merupakan kecenderungan kenaikan harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga satu atau beberapa barang pada suatu saat tertentu dan hanya sementara belum tentu menimbulkan inflasi. Ada beberapa cara untuk menghitung inflasi, antara lain:

  1. Dengan menggunakan harga umum
  2. Dengan menggunakan angka deflator
  3. Dengan menggunakan indeks harga konsumen
  4. Dengan menggunakan harga pengharapan
  5. Dengan menggunakan indeks harga dalam negeri dan luar negeri

1.1.    Harga Umum

Cara yang biasa dipakai untuk menghitung inflasi adalah dengan angka harga umum (general price). Rumus yang dipakai adalah:

Dimana:

LIt           =  Laju Inflasi tahun/periode t

HUt         =  Harga umum periode t

HUt-1       =  Harga umum periode t-1

Kelemahan dari cara ini adalah, terutama di negara sedang berkembang, kesulitan untuk mendapatkan angka harga umum. Berbagai cara untuk mendapatkan penaksir angka harga umum telah banyak dicoba, walaupun kadang-kadang antara penaksir yang satu dengan lainnya menghasilkan angka dan pengaruh yang berbeda.

1.2.    Deflator Produk Nasional Bruto (GNP Deflator)

Besaran ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

Dimana:

AD          =  Angka deflator Produk Nasional Bruto

Yb           =  Produk Nasional Bruto menurut harga yang berlaku

Yk           =  Produk Nasional Bruto Menurut Harga Konstan (tetap)

Kemudian laju inflasi dihitung dengan cara berikut:

Dimana:

LIt        = Laju inflasipada periode t

ADt      = Angka deflator Produk Nasional Bruto pada periode t

ADt-1    = Angka deflator Produk Nasional Bruto pada periode t-1

Kelemahan dari cara ini adalah sulitnya diperoleh angka deflator Produk Nasional Bruto bulanan, triwulan atau semester sehingga hanya aakan didapat angka deflator dari laju inflasi tahunan.

1.3.    Indeks Harga Konsumen

Pendekatan ini paling banyak digunakan dalam menghitung inflasi, hal ini disebabkan karena data indeks harga konsumen dapat diperoleh dalam bentuk bulanan, triwulanan ataupun tahunan. Laju inflasi dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Dimana:

LIt           =  Laju inflasi pada periode t

IHKt           =  Indeks Harga Konsumen periode t

IHKt-1        =  Indeks Harga Konsumen periode t-1

Kelemahan cara ini adalah angka indeks ini sngat dipengaruhi oleh fluktuasi harga barang-barang yang mempengaruhi indeks biaya hidup konsumen, terutama harga barang-barang kebutuhan pokok. Dengan demikian bila angka indeks ini dipakai sebagai ukuran laju inflasi, dan lajunya relatif tinggi, hal ini akan mendorong masyarakat untuk menuntut kenaikan upah atau harga barang-barang produksinya. Di sisi lain pemerintah cenderung untuk menaikkan bantuannya kepada masyarakat, yang semuanya ini akan dapat mengakibatkan semakin tingginya laju inflasi.

1.4.    Harga yang Diharapkan

Cara menghitung inflasi dengan menggunakan harga pengharapan mengutamakan peranan harga yang diharapkan pada periode yang akan datang dalam menghitung inflasi. Rumus yang digunakan adalah:

Dimana:

LIet          =  Laju inflasi yang diharapkan pada periode t

Het+1       =  Harga Pengharapan pada periode t+1

Ht            =  Harga yang berlaku pada periode t

Masalah yang dihadapi dalam penentuan harga pengharapan adalah kesulitan untuk mengamati perilaku masyarakat dan pemerintah dalam perekonomian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s