Teori Dualisme Sosial

Standard

Nama    : Akhmad Ali Yunus

NRP       : 110231100096

Prodi     : Ekonomi Pembangunan

 

Kuisioner  Masalah Kebijakan Pembangunan

  1. Mengapa JH. Boeke  mengatakan bahwa teori dualism social di identikan dengan Indonesia?
  2. Apa kritikan terhadap teori dualisme sosial Boeke tersebut?

Jawaban

(1). Teori Dualisme Sosial (JH. Boeke)

“Dualisme sosial adalah bentroknya sistem sosial yang diimpor dengan sistem sosial asli yang jenisnya berbeda. Seringkali sistem sosial yang diimpor merupakan kapitalisme yang tinggi….

bentuk yang paling sering diketemukan dari dualisme sosial adalah di mana sistem kapitalisme barat yang di impor melakukan penetrasi ke dalam masyarakat agraris prakapitalis, dan di mana sistem sosial yang asli tetap dapat bertahan dan tidak dapat mengadopsi prinsip-prinsip kapitalistik dalam praktek

Menurut Teori dualisme sosial JH. Boeke; bahwa pertanian di Indonesia terdiri dari perkebunan besar dan perkebunan rakyat. Terdapat perbedaan tujuan berusaha antara masyarakat barat dan timur yaitu antara tujuan ekonomi dan kebutuhan-kebutuhan sosial. Orang Timur itu mempunyai tujuan hidup yang berbeda dengan orang Eropa. Mereka hanya hidup untuk bersenang-senang. Apabila kebutuhan pokoknya sudah terpenuhi maka dia tidak perlu susah payah lagi untuk bekerja.

Perbedaan tersebut karena sebagaia kibat penjajahan penjajahan orang barat. Apabila tidak terjadi kedatangan orang-orang barat mungkin sistem Pra-kapitalisme Indonesia dan dunia timur pada umumnya pada suatu waktu akan berkembang menuju sistem atau tahap kapitalisme. Akan tetapi sebelum perkembangan kelembagaan-kelembagaan  dan social menuju  ke arah sama, penjajah dengan  sistem kapitalismenya masuk ke dunia timur.

 

(2). Salah satu kritikan terhadap Teori dualisme sosial boeke adalah

Benyamin Higgins (1955)

B. Higgins mengatakan bahwa Fenomena dualisme tidak hanya terjadi di “timur”, seperti yang dikemukakan oleh Boeke, tetapi juga terjadi di “barat”, bahkan bisa terjadi dimana saja

Beberapa fenomena yang diasosiasikan oleh Boeke sebagai masyarakat dualistik dapat diterangkan dengan memuaskan oleh teori ekonomi konvensional dengan tidak memerlukan teori dualisme yang khusus.

Proporsi Boeke mengenai tidak mampunya sektor pertanian tradisional bersaing dengan perkebunan telah disangkal dengan fakta bahwa para pekebun kecil yang menanam karet ternyata berhasil dalam usahanya selama masa depresi.

Banyaknya observasi Boeke mengenai ciri khas masyarakat timur tidak konsisten dengan bukti faktualnya.

Moh. Sadli (1957)

Tema sentral yang seharusnya diangkat ialah akulturasi dan adaptasi dalam proses pembangunan sebagai konsekuensi industrialisasi dan introduksi budaya kota.

J.A.C. Mackie (1980)

Ia menentang dualisme yang mengkontraskan perkebunan besar yang dinamis dan rasional dengan petani kecil yang lemah dan stagnan dengan menunjukkan fakta bahwa para petani kecil yang disebut Boeke sebagai sektor subsisten-prakapitalis, ternyata tumbuh pesat dan dinamis pada dekade 1920-an.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s